Profesional Vs Kekuasaan

Beberapa minggu ini gue selalu aja dibebani permasalahan yang bikin kepala mau pecah, gw sendiri ndak tau harus gimana lagi. Gw ndak berharap banyak dengan semua janji para pimpinan gw di kantor, seandainya ada pimpinan yang melek teknologi dan ngelihat postingan gw ini pasti bakal nanya siapa gw dan apa maunya gw. Tapi mana ada pimpinan yang seperti itu??? Gw sendiri bingung dengan arah pikiran pimpinan gw yang seharusnya bisa menjadi lebih bijak dari bawahannya. Kenapa…kenapa dan kenapa itu yang menjadi pertanyaan gw selama ini. Udah gw coba buat refreshing ke tempat yang lebih sejuk dan bisa menghilangkan kejenuhan gw dikantor tapi hasilnya ndak maksimal. Apa sekarang ini yang menjadi cerminan dari gaya kepemimpinan orang yang telah menjadi pejabat? Gw ndak tau tapi yang jelas gw udah jadi korban dengan gaya pimpinan gw yang sekarang.

Pimpinan emang ndak bertahan lama dalam menjabat, tapi apa itu menjadi sebuah alasan buat mengutamakan kepentingan mereka sendiri tanpa memperhatikan bawahannya? Dimana letak keprofesionalan sebuah organisasi yang telah lama di dengung-dengungkan? Gw rasa itu semua hanya angin lalu yang sekedar numpang lewat saja, yang hanya memberikan kesejukan sesaat dan selebihnya akan ada badai angin panas yang siap membuat kita jauh lebih sengsara!!!! Profesional itu ndak ada menurut gw, tapi Aji mumpunglah yang ada di setiap organisasi. Gw ngomong gini karena emang gw lagi bermasalah dengan lingkungan kerja ( satuan kerja ) gw yang udah ndak menganggap gw bagian dari mereka. Gw mohon maaf dengan para pengunjung karena belum bisa memberikan review dan software-software HP yang memang sudah menjadi tujuan dari terbentuknya Blog ini. Sekali lagi gw mohon maaf ya šŸ™‚ , gw sekarang lagi bener-bener stress dengan tingkah pimpinan gw yang ndak mau melihat bawahannya maju. Thanks udah mau berkunnjung dan melihat unek-unek gw.

Advertisements

4 Responses

  1. Hmm..Gw telp. Pak Kumis aaahhhh…..** Kaboeerrr

  2. bacain al fatehah aja bos hehhe

  3. […] kesempatan buat maju? Saya juga ndak mengerti dalam hal ini namun yang pasti saya sudah menjadi salah satu korbannya. Penantian saya untuk secarik kertas akhirnya kandas begitu saja karena tradisi di instansi […]

  4. […] Lantas yang menjadi pertanyaan saya adalah bagaimana seharusnya kinerja seorang bawahan yang benar? Keprofesionalan kerja yang bagaimana yang seharusnya kita […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: