Tradisi Birokrasi berbelit :'(

Di bulan puasa ini kita memang harus berpikir positif dan melakukan kegiatan postiif ya, meskipun kita memiliki niat dan tujuan baik belum tentu juga lo dianggap baik juga oleh orang lain 😦 . Apakah sia-sia? Tidak teman, itu namanya usaha dan sehendaknya diiringi dengan doa tentunya 🙂 . Nah, disini saya mau curhat dengan rekan-rekan blogger lainnya mengenai masalah saya pribadi. Tadi siang saya coba berpikir positif dan optimis terhadap pimpinan saya di kantor, namun apa hasilnya? Nihil Coy…

Kecewa, marah dan dongkol sudah pasti itu, tapi segera saya meredakan amarah saya karena ini adalah bulan puasa. Saya mulai berpikir mengenai tradisi di kepemerintahan kita, mengapa yang muda jarang diberi kesempatan buat maju? Saya juga ndak mengerti dalam hal ini namun yang pasti saya sudah menjadi salah satu korbannya. Penantian saya untuk secarik kertas akhirnya kandas begitu saja karena tradisi di instansi pemerintahan. Saya baru menyadari hal ini karena sudah menjadi korban, tapi ya sudahlah yang penting saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Saya hanya bisa berdoa buat pimpinan saya agar cepat menyadari sikapnya terhadap saya, mudah-mudahan beliau diberi petunjuk oleh-Nya.

Saya maafkan anda kok Pak, asal di tempat yang baru anda tidak melakukan hal yang sama ya 🙂 .

Advertisements

4 Responses

  1. weeee selalu yang muda dikesampiingkan…
    Latihan Bersabar di bulan puasa bro 😀

  2. […] mulai berdatangan lagi. Ada Dek Didi, Anton sang Jendral bareng ama Mbok Lode n Bani kecil, Rizhal yang ternyata.. ah sudalah itu rahasia, Widi yang uda jadi dokter kulit dan kelamin, tim IMFreakz […]

  3. turut merasakan kepedihan anda pak! tapi begtolah indonesia seperti iklan di tv itu… yang muda gak dipercaya, mesti jadi orang tua berjenggot putih dulu baru dipercaya untuk hal2 yang dianggap susah…. btw salam kenal…

    ” Yah begitulah Mas, mungkin bukan saya saja yang ndak abis pikir dengan pola Pimpinan kita di pusat tapi seluruh rakyat begitu juga 😛 “

  4. […] masalah? Namun tidak semua pimpinan kita seperti itu, saya mungkin sudah banyak berbicara mengenai masalah pimpinan namun bagi saya itu adalah ekspresi diri yang selalu saja menjadi korban amarah pimpinan. Lantas […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: